Para calon jamaah yang sudah terdaftar akan berangkat menjalankan ibadah umrah, diwajibkan melakukan vaksin meningitis setidaknya 2 minggu sebelum keberangkatan. Vaksin meningitis ini dilakukan di tempat khusus, yaitu Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang tersedia di beberapa kota di Indonesia.

Namun, kendala utama yang sering dihadapi oleh calon jamaah adalah antrian yang panjang dan harus datang pagi agar dapat nomor antrian. Padahal Kantor Kesehatan Pelabuhan hanya melayani 5 jam dalam sehari, yaitu mulai pukul 08.00 – 13.00. Hingga akhirnya, pihak KKP mengeluarkan terobosan baru dengan memberlakukan sistem pendaftasan vaksinasi meningitis online. Keuntungan dari sistem online ini adalah, para calon jamaah akan menperoleh nomor antrian dan dapat langsung menunggu untuk divaksin.

Paspor merupakan komponen penting sebelum Anda memutuskan berangkat menjalankan ibadah umrah atau menunaikan ibadah haji di Baitullah. Meskipun seluruh proses keberangkatan sudah diatur seluruhnya oleh agen travel pilihan Anda, Anda tetap bisa mengurus permohonan paspor sendiri di kantor imigrasi. Namun demikian, bantuan agen travel yang mengurus perjalanan ibadah umrah Anda masih tetap dibutuhkan dalam proses pembuatan paspor ini untuk menegeluarkan surat rekomendasi kepada calon jamaahnya.

Menurut survey, Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbesar di Dunia, mayoritas umatnya yang beragama muslim menjadikan Indonesia sebagai penyumbang jamaah terbanyak apabila dibandingkan dengan negara-negara lain. Dapat dikatakan Indonesia merupakan negara yang memiliki hubungan erat dengan Arab Saudi dalam menjalankan kegiatan peribadatan, fakta tersebut dilengkapi dengan data terbaru saat ini bahwa kuota yang diberikan oleh Arab Saudi untuk negara Indonesia setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan. Namun hal ini berbeda dengan peraturan baru yang akhirnya diterapkan oleh kerajaan Arab Saudi mengenai tambahan biaya visa bagi calon jamaah umrah sejak 1439 Hijiriyah. Hal ini dipicu karena kondisi dari cadangan devisa dari negara tersebut yang mengalami penurunan setiap tahunnya, maka dari itu Raja Arab Saudi akhirnya memberikan keputusan bahwa akan diberikan tambahan biaya kepada calon jamaah umrah yang berencana menjalankan ibadah umrah.