Para calon jamaah yang sudah terdaftar akan berangkat menjalankan ibadah umrah, diwajibkan melakukan vaksin meningitis setidaknya 2 minggu sebelum keberangkatan. Vaksin meningitis ini dilakukan di tempat khusus, yaitu Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang tersedia di beberapa kota di Indonesia.

Namun, kendala utama yang sering dihadapi oleh calon jamaah adalah antrian yang panjang dan harus datang pagi agar dapat nomor antrian. Padahal Kantor Kesehatan Pelabuhan hanya melayani 5 jam dalam sehari, yaitu mulai pukul 08.00 – 13.00. Hingga akhirnya, pihak KKP mengeluarkan terobosan baru dengan memberlakukan sistem pendaftasan vaksinasi meningitis online. Keuntungan dari sistem online ini adalah, para calon jamaah akan menperoleh nomor antrian dan dapat langsung menunggu untuk divaksin.

Ibadah umrah dan haji harus dipersiapkan secara matang baik mental maupun finansial. Selain itu, persiapan fisik para calon jamaah umrah dan haji juga harus diperhatikan. Salah satunya dengan melakukan vaksinasi. Vaksinasi yang dianjurkan salah satunya yaitu, vaksinasi meningitis.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi mewajibkan calon jemaah internasional (bagi umrah dan haji) melakukan vaksinasi ini agar mengurangi risiko tertular meningitis meningokokus, infeksi yang menyebabkan peradangan pada selaput yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Selain memberi perlindungan bagi calon jamaah, vaksin ini juga menjadi syarat untuk mengurus visa umrah dan haji.

Para calon jamaah yang akan pergi menunaikan ibadah di Tanah Suci, setidaknya pernah melakukan vaksinasi meningitis maksimal 3 tahun setelah vaksin diberikan.